Berita dan Kegiatan, Press Release
IFC Membantu Memfasilitasi Business Forum Pemerintah dan Swasta untuk Meningkatkan Dunia Usaha di Aceh
Banda Aceh, Indonesia, 27 November, 2008—IFC, anak perusahaan Kelompok Bank Dunia, memfasilitasi percepatan reformasi iklim usaha di provinsi Aceh dengan mendukung usaha pemerintah provinsi untuk mengidentifikasi kendala yang menghambat usaha dan investasi.
Pemerintah provinsi Aceh dan Kamar Dagang dan Industri Aceh hari ini menyelenggarakan Aceh Business Forum pertama, yang memberikan wadah bagi kelompok kerja gabungan pemerintah dan swasta untuk melaporkan kendala-kendala yang menghambat iklim usaha dan investasi di Aceh. Forum ini akan menghasilkan sekumpulan isu dan rekomendasi yang dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah Aceh dalam merencanakan reformasi kebijakan.
“Untuk membangun perekonomian kami yang masih rentan, pemerintah Aceh menganjurkan agar sektor swasta secara proaktif menarik investasi dan membuka lapangan kerja di sektor industri kunci, seperti: pertanian, pariwisata, perdagangan dan pertambangan,” ungkap Muhammad Nazar, Wakil Gubernur Nangroe Aceh Darussalam. “Melalui Aceh Business Forum, pemerintah ingin mendapatkan masukan dari sektor swasta mengenai kendala utama yang menghambat iklim usaha. Kami juga mengharapkan rekomendasi dari sektor swasta mengenai langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk mengembangkan sektor swasta di Aceh.”
Forum ini difasilitasi oleh IFC, dengan dukungan Australian Agency for International Development.
“Aceh Business Forum merupakan elemen kunci dari dialog antar pemerintah dan swasta yang diharapkan dapat berjalan terus. IFC, dengan dukungan dari AusAID, berkomitmen untuk terus memfasilitasi proses ini,” said Russell Muir, IFC Regional Sector Leader untuk Business Enabling Environment. “Tujuan dari forum ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kendala yang menghambat iklim usaha di Aceh, dan mengatasi masalah tersebut secara transparan, sehingga diharapkan dapat menarik investasi baru.”
“Berdasarkan pengalaman IFC dalam memfasilitasi dialog serupa di seluruh dunia, proses dialog ini dapat mempercepat terbentuknya rasa saling percaya dan kesamaan pemahaman antara Pemerintah dan sektor swasta,” Muir said. “Kami juga mengharapkan proses ini dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian di Aceh.”
Aceh Business Forum telah membentuk tiga kelompok kerja: Agrobisnis, Kebijakan, serta Pariwisata, Perdagangan dan Perindustrian. Sekitar 50 pemilik perusahaan yang mewakili daerah Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, Pidie Jaya, Bireun, Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Medan telah berpartisipasi aktif dalam delapan pertemuan kelompok kerja.
Kedua kelompok kerja sektor swasta, Agrobisnis dan Pariwisata, Perdagangan dan Perindustrian, menyimpulkan bahwa kendala yang umumnya dirasakan oleh sektor swasta adalah: ketidakpastian hukum, kurangnya infrastruktur, serta terbatasnya akses terhadap pembiayaan dan pasar. Selanjutnya, kelompok kerja gabungan ini akan melakukan serangkaian pertemuan untuk menyusun proposal untuk mengatasi kendala tersebut, dan memonitor efektifitas reformasi kebijakan yang diterapkan.
Tentang IFC
IFC, anak perusahaan Kelompok Bank Dunia, menyediakan kesempatan bagi masyarakat untuk keluar dari kemiskinan serta memperbaiki kualitas hidup mereka. IFC berusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di negara-negara berkembang dengan cara memberikan pembiayaan ke sektor swasta, memobilisasi modal swasta, dan memberikan jasa konsultasi serta mitigasi resiko kepada perusahaan dan pemerintah. Pada tahun fiskal 2008, IFC memberikan komitmen pembiayaan sebesar $16,2 milyar, yang merupakan peningkatan sebesar 34 persen dari tahun sebelumnya. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.ifc.org




